MENULIS ITU INDAH ITU INDAH KETIKA SAMPAI DI KAMAR HATI, MAKA KETIKA NALURI ITU DATANG, KUJEMPUT DIA, KEGENGGAM DIA, KUPELUK DIA. DAN MENGALIRLAH CERITA HATI, CERITA SKETSA, CERITA HARIAN DAN MENJADI GARIS TEBAL DI KAMAR HATI. AKU TUMPAHKAN SAJA, AKU TUANGKAN SAJA, AKU TULISKAN SAJA. Wassalam Jarpan
Sunday, April 30, 2006
See You Next Time
Friday, April 28, 2006
Suasana Bathin
Kadang kita memang harus menelan kepahitan itu sebagai takdir untuk dikunyah, dan ditelan sebagai bagian dari pembelajaran attitude dan endurance, daya tahan untuk ketahan menahan rasa yang tidak kita inginkan. Kita perlu menjalani “proses bisnis” untuk mengajari hati agar mampu bangkit dan menyuarakan nilai dan hakekat rasa. Kita perlu menjalani suasana tidak enak hati agar perjalanan ke depan bisa menjadi lebih nyaman jika kita mampu memberikan tema pembelajaran.
Aku mencoba keluar dari terminal dan menata kembali struktur organisasi hati untuk tidak lagi terbuai dengan keindahan sinar matanya yang bening itu, dan wangi bunga sedap malamnya yang menjadi catatan berkepanjangan di ruang hati. Tidak lagi tuan, dan untunglah masih banyak teman sejati dan sahabat yang mampu mengajak dan membuatku kembali ke pangkuan rasionalitas. Seperti malam tadi setelah mengantar rekan dari Jakarta ke Stasiun Tawang, aku berbincang hangat dengan Anton Timur sambil menyantap soto ayam di lantai 2 Citraland. Suasana hangat, sambil menyapu pandangan mata ke seluruh sudut, perbincangan dengan rekan kerja seputar persepsi dan prediksi serta perspektif bisnis Telkom menjadikan aku bersemangat untuk kembali produktif menulis dan menulis. Bukankah menulis itu terasa indah ketika sampai di kamar hati. Dan aku akan terus berkarya. Bukankah begitu...
Thursday, April 27, 2006
Nessa Shania
Wednesday, April 26, 2006
Biru Malam
Tuesday, April 25, 2006
Ruang Hati
Monday, April 24, 2006
JJS Inner City
Sunday, April 23, 2006
Merah Merapi
Friday, April 21, 2006
Ultah
Met Ultah ya.... salam rindu
Dewi Anna
Trim's atas infonya,
khusus untuk yg hajatan ultah, semoga diberikan kesehatan 'tuk keluarganya
dan salam sejahtera bagi rekan2 & keluarganya.
amin.
Mohon maaf, dan terima kasih atas undangannya, mungkin pada kesempatan lain kita dapat berkumpul dan bernostalgia kembali
salamku
Afrizal -Balikpapan
Fanani-Surabaya
Selamat Ulang Tahun semoga Sukses selalu
Berdit-Denpasar
Pantes aja tgl hut nya hapal semua, wong bekas yang yang e ,
jaman tempo doeloe , Sofi faham hut nya Fanani, Arum + Afrizal, Wulan + Jagarin , Yanto ama si Titi
boleh juga nih mengulang nostalgia,,,he,,he,,, Met Ultah
HAPPY BIRTHDAY TO YOU, HAPPY BIRTHDAY TO YOU,
HAPPY BIRTHDAY ,HAPPY BIRTHDAY
HAPPY BIRTHDAY TO YOU
SELAMAT ULANG TAHUN YA RIN
SEMOGA TUHAN MEMBERKATI JAGARIN DAN KELUARGA
SALAM BUAT KELUARGA YA
SELAMAT ULANG TAHUN PF.21 April 2006
Hanya do'a yg tulus untuk Sahabat Sejatiku
Semoga Mr Rin selalu dalam bimbingan
ILLAHI ROBBI
dan
semoga dengan bertambahnya Usia
bertambah pula kesabarannya
tambah sehat, tambah semangat,
tambah karyanya, tambah ........
yang pasti ada value added ok..
Untuk rekan-rekan yang lain
selamat bekerja, semoga sukses
salam untuk keluarga
Kang imoutn koq sepi-sepi aza
lagi sakit gigi...kah??????.. he he...
Wassalammu'alaikum Wr. Wb
Yogya
Cihampelas
Niat awal, sebenarnya tidak ada keinginan untuk berjalan sepanjang FO Cihampelas, terlalu letih setelah seharian disibuki dengan materi assesment center di TTC Gerlong Bandung. Namun melepas sore sembari menunggu keberangkatan Harina pukul 20.15 malam ini, rasanya terlalu dingin untuk udara setinggi kawasan Geger Kalong Bandung jika dibawa diam dan statis di kamar Widyaloka Ekstension. Azani, rekan dari Palembang yang sekamar denganku juga setuju ketika kuajak menelusuri kawasan Cihampelas sekedar menikmati udara sore Bandung.
Dan kami pun menelusuri koridor etalase tanpa niat apa-apa sekedar membagi pandangan, membagi suasana yang benar-benar rileks (walaupun sebenarnya terasa letih). Ada yang menarik di kawasan itu, ya suasananya, ya yang memberikan suasana itu, siapa lagi kalau bukan pola gaya gadis Bandung yang lebih banyak “rasa berani”nya dengan asesoris kecantikan khas, mode fashion yang dikenakan dan lirikan matanya yang menantang.
Begitulah, sembari menawar brownies sebagai oleh-oleh yang etalasenya menjamur di kawasan itu, ada saja keberanian yang mereka perlihatkan untuk sekedar memancing perbincangan lebih lanjut, artinya kalau memang kita punya niat “deal lebih lanjut” kayaknya sih nggak terlalu sulit. Tetapi aku lebih senang sekedar menggoda dan mengimbangi caranya memandang, caranya bertingkah dan polanya menarik simpati lawan jenis.
Ya sekedar cerita untuk melepas sore, membagi pandang dan menerima senyum goda untuk menyelami mengapa “mereka selalu berani” menghadapi cara gaul yang menyentuh “vivere pericoloso”. Mojang Bandung memang memberikan nilai tambah untuk apa yang disebut kecantikan plus keberanian menjual senyum. Aku menikmati dan menjalani suasana itu dengan satu garis di depan jempol kaki : sekedar menikmati dan mencoba merumuskan hipotesa-hipotesa yang menjadi opini, tanpa harus menyentuh wilayah demarkasi yang menjadi titik tumpu diri.
Sepanjang Cihampelas
Melepas sore
Membagi pandang
Menawar brownies
Sekedar menikmati
(Bandung memang selalu mengingatkan perjalanan tata gaul yang melewati batas ambang, seperti perjalanan-perjalanan yang dahulu, nostalgia, kenangan dan pandangan ).
Friday, April 14, 2006
Aku Ingin Katakan
Lembur Jumat-Sabtu
Thursday, April 13, 2006
Selamat Malam Sayang
Titip rindu untuk wajah ayumu
Titip rindu untuk semua yang menjadi keindahanmu
Titip rindu untuk pemilik sinar mata indahmu
Titip rindu untuk kemanjaanmu
Duhai kekasih
Perjalanan mestinya menyenandungkan irama kehijauan
Perjalanan mestinya menyanyikan irama kepenatan
Tapi
Semua itu menjadi irama keindahan dan kemanjaan
Manakala melintas seraut wajah ayumu di lintasan merah hati
Manakala melintas langkah-langkah gemulaimu di hadapan
Selamat malam bunga mawarku
Selamat malam bunga anggrekku
Selamat malam bunga sedap malamku
Selamat malam keindahan
Selamat malam sayang
Monday, April 10, 2006
Dua Sahabat
Apa yang menyenangkan dari dua gadis yang menghiasi ruang koridor utama front liner kantor ini, jawabnya sederhana : Senyumnya yang lepas dan bahasa pelayanannya yang ramah. Lalu apalagi. Ya, setidaknya menjadi pemandangan yang menyenangkan dalam rutinitas ruang pandang di ruang utama gedung megah ini, Dan keseharian itu telah membawa suasana silaturahmi penuh persahabatan, ngomong-ngomong sesaat sambil menghadiahkan senyum, kadang agak iseng dikit, ngebel hanya untuk gangguin suasana menjadi ceria, atau untuk nanyain sesuatu.
Membangun suasana pertemanan dengan dua gadis itu, Asih dan Nita seperti membangun senyum tanpa pamrih dan semuanya menjadi lepas dan lekas. Itu sebabnya aku lebih sering belajar untuk bagaimana membangun pertemanan bin silaturrahmi dengan smile service sebagai bagian dari customer service dan customer intimacy. Ya dari sini kita dapat mulai merehab tatacara gaul, tatacara menghargai pendapat dan membaca sinar wajah yang menjadi bagian dari smile service itu.
Asih dan Nita adalah tipe gadis yang memahami konteks dan performansi. Maksudnya keduanya memahami bagaimana cara pandang berkomunikasi (dengan sedikit kemanjaan) dan bagaimana menghargai lawan bicaranya yang bertemu setiap hari. Dari ruang konten ini sebenarnya kita bisa tarik garis bahwa komunikasi dengan bahasa informal yang jauh dari kesan birokratis lebih mampu mengakrabkan dan mendekatkan suasana hati tanpa harus keluar dari rel yang bernama persahabatan.
Itulah sebabnya setiap aku melewati keduanya selalu saja ada sapaan yang menyenangkan hati
Itulah sebabnya setiap aku melewati keduanya selalu saja ada senyum dari keduanya
Itulah sebabnya setiap aku melewati keduanya selalu saja ada pemandangan full smile
Itulah sebabnya setiap aku melewati keduanya selalu saja ada diskusi yang menyenangkan
Dan aku menikmati itu sebagai rutinitas keseharian
Dan aku menikmati itu sebagai rutinitas silaturrahmi
Dan aku memang menikmatinya
Permaisuri Hatiku
Keindahan sinar matamu mampu memberikan inspirasi tentang persepsi
Keindahan sinar matamu mampu memberikan kehangatan sekujur tubuh
Keindahan sinar matamu mampu memberikan kebahagiaan berlapis damai
Keindahan sinar matamu mampu memberikan sebuah mimpi dan pelukan
Wahai engkau kekasih
Engkau tidak pernah tahu betapa beratnya menyayangimu
Engkau tidak pernah tahu betapa luasnya hatiku menyayangimu
Betapa dalamnya hatiku mengukir namamu
Betapa besarnya rasa sayangku padamu
(Tetapi pada bait berikutnya syair lagu-lagu Samsons mampu mewakili semua suara hatiku, suara bathinku, dan hanyutlah aku dalam suasana "kesamaan" itu. Dan syair yang kutulis diatas kucoba samakan dengan salah satu lirik lagu Samsons, jadilah seperti menulis pada sepetak pasir pantai, datang ombak hilang semuanya)
Sejujurnyalah kukatakan : auramu membangkitkan hasrat hati
Sepantasnyalah kukatakan : ketulusan menyayangimu datang dari hati putih
Selayaknyalah kukatakan : jauhkan prasangka itu, jauhkan kecurigaan itu
Sejatinyalah kukatakan : engkaulah yang menjadi permaisuri hatiku
Traveling Ahad
Wednesday, April 05, 2006
Di Sebuah Cafe
Di sebuah cafe, pada sebuah malam, diselimuti hujan rintik-rintik.
“Boleh kan kalau aku ngomong tentang dia”, Ujarku
“Please, aku juga pengen denger kok”, katamu
“Aku suka padanya, pada keindahan sinar matanya, pada gayanya, pada semua yang ada padanya”.
“Sungguh ?”
“Ya, my heart always remember dia, pada senyum manisnya, pada inner beautynya, semua deh”.
“I think that is all about feeling and aku juga memahaminya sekaligus mengerti”, katamu.
“Tapi aku ingin menikmati itu semua dalam kesendirian”.
“Maksudnya”, selamu
“Ya, aku tidak ingin lagi mengatakan itu semua padanya”.
“Why?”.
“Karena aku hanya berteriak pada laut biru, aku hanya menyapa angin dan angin menerbangkannya entah kemana, tanpa gema, tanpa balas, tanpa jawab”.
“ I still dont understand”, ujarmu.
“Ya, sudah berbaris-baris kalimat kubungkus, sudah berlapis-lapis kata kurangkai, namun aku hanya berhadapan dengan blue ocean dan ditertawakan oleh angin pantai”.
“Ah, kamu pasti bercanda”.
“Tidak, aku serius dan saat ini aku lebih senang menjadikannya sebagai kekasih imajiner”.
“Mengapa harus seperti itu”. Tanyamu
“Bukankah lebih baik seperti itu, tanpa harus mengatakannya lagi, tanpa harus mengirimkannya lagi, tanpa harus membungkusnya lagi”.
“Ya, ya aku memahaminya” katamu.
“And then, biar saja rasa itu bermain di kamar hatiku, biar saja rasa itu bercengkerama di rumah hatiku, biar saja rasa sayang itu memeluk sekujur hatiku, karena aku menikmatinya tanpa harus mengirimkannya, tanpa harus mengatakannya”.
“Ya, aku mengerti dengan rasamu” jawabmu sambil menghirup cappucino.
Di luar hujan rintik-rintik masih berlanjut. Aku tersenyum, kamu juga.
**************
Metabolisme
Pulang dari bermain Tennis tadi malam, didepan rumah sudah banyak warga yang hendak pasang umbul-umbul. Akhirnya aku bergabung juga, bersibuk-sibuk ria membenahi dan menghias gerbang untuk menyambut Pak Walikota yang pagi ini melakukan jalan sehat bersama warga kelurahan Candi. Akhirnya setelah menggerombol ngobrol di serambi Masjid, usailah sudah sampai pukul 23.30 WIB.
Tapi bukan itu yang menjadi catatanku, melainkan jadwal mekanisme metabolisme lewat istirahat yang mestinya rutin kulakukan. Rutinitas yang menjadi keseharianku adalah tidur sebelum pukul 22.00 dan bangun pukul 03.00, itu sudah berlangsung sejak lama dan seperti sebuah mekanisme, sekitar dinihari pukul 03.00 aku bangun tidur.
Kekhawatiran tidur terlambat sampai menjelang pukul 24.00 dan tidak dapat bangun pukul 03.00 ternyata tidak terbukti. Tubuhku seperti sebuah prosedur saja, kembali bangun pukul 03.00 dan melakukan aktivitas ibadah tahajjud dan atau sahur pada hari-hari tertentu. Sepertinya ada malaikat yang senantiasa membangunkan pada sekitar waktu itu. Dan memang dalam setiap doa menjelang tidur tak lupa kusisipkan agar dibangunkan seperti biasa. Tubuhku tidak merasa terbebani dengan jam tidur yang kurang itu. Dan seperti biasanya pula sejak aktivitas pukul 03.00 sampai kembali menjelang malam hampir tidak ada jeda rehat untuk menormalkan fungsi metabolisme itu.
Dibalik semua ini, aku mensyukuri bahwa aku masih diberikan kesempatan untuk melakukan aktivitas dengan selimut doa yang tak pernah henti kupanjatkan, untuk menjalani hari-hari rutin, menjalani hari-hari kerja dan menggenggam kegiatan religi. Semoga Allah selalu membimbingku ke jalan yang lurus, amien.
Tuesday, April 04, 2006
Selamat Menempuh Hidup Baru
Monday, April 03, 2006
Balas Ultah
Selamat ulang tahun
Semoga anugerah pinjaman usia ini mampu menggerakkan persepsi aqidah
Semoga anugerah titipan umur ini mampu menjadikan kita semakin yakin
Semoga anugerah panjar usia ini mampu menjadikan tahu diri
Bahwa semuanya adalah pinjaman
Bahwa semuanya adalah titipan
Bahwa semuanya adalah panjar
Yang harus dipertanggung jawaban
Yang harus dikembalikan
Yang harus dijurnal penyesuaian
Yang harus dieliminasi
Pada apa yang disebut transaksi antar kantor dunia akhirat
Jagarin/Smg
To: afrizal@telkom.co.id From: astuti@telkom.co.id Date: 03/27/2006 04:43PM cc: jagarin@telkom.co.id, arums@telkom.co.id, yanto_s@telkom.co.id, m_fanani@telkom.co.id, berdit@telkom.co.id, imount@telkom.co.id, s_rusdiana@telkom.co.id, t_rumiati@telkom.co.id Subject: Ulang TAhun lagiAssalammu'alaikum Wr. Wb'
Wak Haji selamat ulang tahun yaaa.....
Semoga selalu dalam bimbingan ALLAH SWT
sehat, banyak rezeki, sukses dlm karier okey...
haiyaaa.. Wak haji gimana masih krasan nich dikota minyak....
atau mungkin jadi pindah solo he he.. hee......
kalo pindah slo tenang aja teman kita arumm
khan developer jadi gak khawatir cari rumah
ditanggung murah special lagiii...
Tuk P. Rin ini bukan gosip lhoooo
Buat sahabat yg lain maaf yaaa teman pagi2 udahh jualan
maklum dengan seperti ini... tali silaturahmi tetap terjaga,
seakan aku ingin hidup seribu tahuuun lagiiii..... imposible
Okkk met tugas met berkarya sukses selalu
Wassalammu'alaikum Wr.Wb,
Astuti
Sunday, April 02, 2006
Curhat Irma RO Bdg
Oh I see.. once again tks 4 ur support, always keep in touch ok. Please convey my best regards 2 everyone in ro smg, especially for you.
It seems so unfair 4me. My performance is exelence, but I can’t continue 2 work because of my status………… If my work is good then why I got fired from the job just because I’m not single anymore…. It’s not fair n I feel so discriminate.
Tentu saja aku sabar & tawakkal, at least I’ve done my best n god has given me the best. Maaf ya aku gak sebut alasan aku resign di imel, takut ada polemik. Aku juga makasih bgt udah mau denger cerita aku n ngasi respons + klo ada info ttg kerjaan di bdg, kabari aku ya, hatur nuhun.