Tuesday, November 28, 2006
Satu Lagi
Monday, November 27, 2006
Aneka Rasa, Damaikanlah....
Sunday, November 26, 2006
Qolbu, Khusyuk
Kembali menggali
Kembali mencari
Mengapresiasikan dan mempraktekkan qolbu khusyuk
Ada yang menangis
Ada yang tersungkur
Ada yang merenung
Ada yang meratap
Ada yang terdiam
Ada yang bergetar
Aku sendiri bergetar, mencoba menahan kesyahduan rasa itu, sebuah rasa yang mengembara melintas batas dan mengarungi samudra biru bening mencapai kulminasi, berjalan, berarak kemudian kembali sesaat menyentuh diri. Duhai Allah, betapa rahasiaMu adalah bagian dari KemahaanMu, aku ingin ada di jalanMU, maka sentuhlah aku dengan rahman dan rahimMu.
(Sujudku, adalah melepas beban,melepas pakaian dunia, menggapai dan menceritakannya kepadaMU).
(Trims pada yang telah mengirimku ke pentas ini, semoga menjadi amal jariah yang bermanfaat)
(Ketika bertemu tak terduga dengan dia, kucoba untuk menahan rasaku, mencari qolbuku dan meniupkannya pada seruling nyanyian dan meleburkannya pada kebeningan hati. Gembirakan hati, luangkan kedamaian, sampaikan pada sekujur nadi, bahwa masih banyak kembang dan bunga yang memberikan aura harum mewangi, tidak seperti dia yang hanya bisa memberi warna, bukan aura bukan wewangian).
*****
Sabtu Khusyuk
Mencoba memahami danmengimpelementasikan apa sih yang dimaksud khusyuk, dan segala yang terkait dengannya. Bersama kontingen lain di sebuah auditorium ( banyak juga yang ikut, ada 150 orang gitu) aku berupaya menggalinya, menghayatinya dan melakukannya. Hanya saja dengan perserta yang begitu banyak apa memang bisa melakukannya.
Khusyuk itu adalah melepas ruh
Khusyuk itu adalah mengembara melepas beban
Khusyuk itu adalah memastikan tidak adanya batas
Antara hamba dan Paduka
Antara aku dan Engkau
Antara dialog vertikal itu
Ya kudapat juga wawasan itu, dan semakin memperdalam galian istiqomah dan mengumandangkan hasrat untuk selalu dekat denganMu. Ya, Robb aku ingin selalu dekat denganMu, maka bimbinglah aku, peluklah aku dan damaikanlah hatiku, amien.
(Dinamika yang menguat pada pertemuan RW malam ini menandakan ada sesuatu yang harus diluruskan, tapi bagiku dinamika itu adalah sesuatu yang wajar, Cuma yang gak wajar kok ya sampai menjelang tengah malam baru usai. Ya begitu konsekuensinya, harus banyak berkorban waktu untuk yang begini ini. Gak papa, rela kok hati ini, itung-itung nambah pola gaul ala birokrat...).
*****
Saturday, November 25, 2006
Friday Notes
Thursday, November 23, 2006
Hampir Rampung
Wednesday, November 22, 2006
Nilai Hari
Tuesday, November 21, 2006
Met Ultah Mami
Monday, November 20, 2006
Kampung Laut, Sebuah Siang
Panas terik menjemput diri
Menghampiri sejumput petak-petak lesehan
Sembari menyatakan pada matahari
Janganlah menambah terik hati ini
Jadikanlah terik yang mampu meneduhkan hati ini
Sejumlah omongan digelar, didengarkan
Sekedar memenuhi ajakan untuk lunch bisnis
Sekedar menggugurkan kewajiban
(Aku sudah kenyang saat diajak tapi tak mampu menolak)
Begitu pun segepok bahasa didengungkan sebagai deal
Berikut asesories obrolan informal sekedar mengisi detik
Sesungguhnya
Matahatiku ingin menyatakan
Bahwa sinar matamu yang menawan itu
Telah menghabiskan jalan-jalan sepanjang ini
Bahwa keanggunanmu yang menggelora itu
Mampu menundukkan segala rasa yang pink ini
*****
(Thanks to Yn yang telah memberikan segenggam bait percakapan)
(Thanks to Wln yang masih inget sama kebiasaan ngajak rame-rame, liat-liat situasinya ya. Salam hangat tuk Mm, Sf, Wn).
Sunday, November 19, 2006
Layout Harian
Friday, November 17, 2006
Matahati, Sinar Mata
Matahati itu adalah naluri berwajah bening
Matahati itu adalah kejujuran berlapis adonan rasa
Matahati itu adalah episentrum menggetar gelora rasa
Sinar matamu adalah ruang pandang keanggunan
Sinar matamu adalah perjalanan rasa yang everytime
Sinar matamu adalah keindahan gelora rasa
Sinar matamu adalah source of inspiration
Matahatiku
Sinar mata indahmu
Adalah episentrum yang mampu bercerita
Tentang ekologi kembang setaman
Tentang episode perjalanan rasa
Tentang rangkaian kalimat tanpa penjelasan
Tentang lagu untuk sebuah nama
Sinar mata indahmu
Adalah sinar matahatiku
Sinar mata indahmu
Adalah gelora rasa yang menggetarkan
Sinar mata indahmu
Adalah lukisan terindah yang terukir di hati
Sinar mata indahmu
Adalah pesona yang tak bertepi di laut biru
(kampus bunga, tonight)
Thursday, November 16, 2006
Tentang Dia
Ada yang menyumbat personifikasi tentang dia
Manakala sejumlah highlight memperlihatkan cerita tentang dia
Ada yang mengusik suara nada tentang dia
Manakala sejumlah cerita mempersandingkan berita tentang dia
Ada yang menampar tepian hati tentang dia
Manakala sejumlah kisah mempertontonkan lakon tentang dia
Sebegitu jauhnya pesona personifikasi itu
Sampai akhirnya tiba pada sebuah tepian pantai
Sampai akhirnya menyatu pada debur ombak pantai landai
Sampai akhirnya memberikan buih putih yang menggelar pasir
Dia adalah wangi bunga kembang setaman
Dia adalah catatan keindahan taman hati
Dia adalah pesona yang menggetarkan kamar nadi
Dia adalah sekuntum bunga dengan sejuta catatan
Cerita itu
Highlight itu
Berita itu
Menggelar sejumlah bait senandung
Seperti berbalas pantun tanpa jawaban
Yang mengusik keindahan pandang matahati
(Setidaknya kali ini aku ingin menampar hatiku sendiri)
******
Wednesday, November 15, 2006
Deadline
Tuesday, November 14, 2006
Sebenarnya
Monday, November 13, 2006
Satu Hari Dua Curhat
Sunday, November 12, 2006
Berbagai Cerita
Thursday, November 09, 2006
Harina, Sebuah Malam
Bagaimanapun kamu pernah singgah di hati
Walaupun tidak harus jadi
Dan mengenang keindahan itu
Adalah silhoutte yang menyenangkan
Dan sekaligus membungakan hati
(Kamu katakan : aku juga merasakannya Mas...)
Tapi tidak untuk dibangun kembali
Sekedar untuk membungkus silaturrahmi
Bukankah begitu Yan...
(Harina meluncur membelah malam)
(Menuju bumi parahyangan)
(Aku pun pulas dengan sesungging senyum)
Wednesday, November 08, 2006
Cuti, Reffress, EGP
Seharian menjelajah kota yang cantik dan berbunga
Seharian menelusuri jejak jalan raya kota yang hingar bingar
Seharian menjamah keindahan dan warna warni
Seharian menikmati irama kota kembang
Seharian menjalani keramaian dan keriuhan
Ada keindahan
Ada kecantikan
Ada keselarasan
Ada kesesuaian
Manakala semua diformulakan dengan rumus :
Memandang dengan sinar hati
Menatap dengan sinar bening
Melihat dengan sudut pandang jernih
Dan ketika wajah Bunda sumringah
Hati pun menjadi berbunga
Dan ketika nasehat Bunda mengumandang
Hati pun mengiyakan
Dan ketika senyum Bunda mengembang
Aku tak kuasa untuk tidak memeluknya
Doakan aku selalu ya Bunda
(Maka kuabaikan saja semua yang berbau pekerjaan)
(Termasuk yang diinginkan itu, yang ditelepon itu)
(Aku ingin kembali refress)
(Maka bebaskan aku dari semua yang menjenuhkan itu)
*****
Tuesday This Week
Kembali mengganti suasana dan warna, mencoba menjauhkan diri dari kesibukan warna hitam putih, gak pernah ganti warna, jadi kucoba ganti warna, warna refress, warna kesegaran sekalian menemui bunda tercinta yang lagi jalan-jalan and stay in Bdg. Ya perlu memberikan curahan hati pada bunda, karena di wajahnya yang lembut dan penuh kasih itu tersimpan rasa sayang yang begitu dalam pada anak bungsunya yang manja ini.
Maka tidak ada rasa letih untuk menuju
Maka tidak ada rasa lelah untuk mengarah
Maka tidak ada rasa lesu untuk mencapai
Duhai kota kembang
Duhai Bunda
Sambutlah aku dengan wewangian semerbak harum bungamu.
*****
Monday This Week
Lagi ngambek sama kerjaan, lagi gak mood sama gawean, lagi abu-abu sama tugas rutin, jadi ya lebih baik menikmati external air, menikmati external view, menikmati external activity. Biarin aja dengan job itu, biarin aja dengan tugas itu, biarin aja dengan internal situation yang tak berwarna itu, biarin aja. Sekalian menyelesaikan beberapa kegiatan yang memang belum selesai.
Ada yang menjelajah wilayah keengganan
Ada yang menelusuri region ketidakinginan
Ada yang memasuki daerah kejenuhan
Ada yang menyesaki jalur ketidakmauan
Ada yang menjejali jalan kebosanan
Ketika itu mencapai titik didih
Ketika itu mencapai titik kulminasi
Ketika itu mencapai titik puncak
Tinggalkan saja
Dan
Pergilah mencari hijaunya dedaunan
Pergilah menjumpai yang bisa dijumpai
Pergilah menemui yang bisa ditemui
****
Sunday, November 05, 2006
Weekend Notes
Keindahan sebuah Masjid Raya kebanggaan kota, kucoba memandangnya dari sudut menara yang tinggi megah itu. Maka terlihatlah semua sudut kota dengan segala perniknya, dan areal Masjid yang luas itu menjadi pemantik rasa bangga dan takjub yang luar biasa untuk hatiku.
Betapa tidak, semua serba wah, semua serba baru, semua serba indah, kaligrafinya, bedugnya, ruang sholatnya, payung elektriknya, serambinya, semuanya yang ada di areal itu menjadi catatan kepuasan bagi bathinku, seakan berada di kawasan Masjid Nabawi Madinah, megah, raya, luas dan mengesankan. Subhanallah.
(Menghabiskan senja dan mengintip sun set di pantai Marina. Sekedar mencuci pandang mata, sekedar melepas pandang pada angin laut, sekaligus untuk mengadukan riak hati pada riak gelombang yang menampar pantai. Aku biarkan hatiku bercerita tentang kepastian, aku biarkan hatiku bercerita tentang kebosanan, aku biarkan hatiku bercerita tentang keengganan, aku biarkan hatiku bercerita tentang harapan, aku biarkan hatiku bercerita tentang kasih sayang, aku biarkan saja sampai matahari menjadi merah menyala dan kemudian meredup).
Aku Akan...
Menyapa kampus, menyapa rekan, bersilaturrahmi sembari bermaafan. Tetapi bukan itu yang menjadi catatan karena tekadnya adalah ingin lebih mengapresiasikan perolehan science revenue bagi diri. Ya aku ingin lebih menyelami lagi suasana inner, ingin lebih lagi menggali, ingin lebih lagi membuka, ingin lebih lagi mendapatkan karena ada rasa kurang pas melihat perolehan yang kudapat. Dus itu artinya aku akan berjalan tanpa banyak melirik, aku akan berjalan tanpa banyak berhenti, aku akan berenang tanpa banyak memandang. Aku ingin berada di koridor pencapaian yang memuaskan, semoga.
Malam, menghadiri acara halal bihalal se RT sekaligus menjadi pembuka acara dan menyimak ceramah agama dengan serius, tapi ya itu terlalu lama, jadi ada kebosanan dan kepenatan. Maka kita pun saling bersalaman, maka kitapun saling bermaafan, maka kita pun saling tersenyum dan menyambut suasana dengan semangat kebersamaan.
Friday, November 03, 2006
Menyimak Hari, Menyimak Hati
Thursday, November 02, 2006
Seperti Air
Dan kamu pun mengiyakan
Dan kita mencerna kalimat-kalimat yang bersambung itu
Sembari mengunyah hidangan lunch
Sembari menikmati suasana keteduhan
Dan kita memang sedang membeli suasana
Dan kita memang sedang membeli kehendak
Dan kita memang sedang membeli alunan
Dan kita memang sedang menikmati air mancur pada kolam koi
Apakah kesamaan ini mempunyai makna
Apakah kehendak ini mempunyai nilai
Apakah kesesuaian ini mempunyai arti
Biarkan saja mengalir
Seperti air mengalir
Mengaliri kehendak dan kesamaan
Mengaliri jalan-jalan sepanjang jalan
(Thanks to Ay)
*****
Wednesday, November 01, 2006
Dua Hari Ini
Kan boleh-boleh saja, Nen
Kan boleh-boleh saja mengungkapkan rasa itu Nen,
Setidaknya dapat memberikan keleluasaan pada gerak rasa yang menggumpal
Dan mengamini setiap langkah dan ucap yang dikiaskan pada setiap pandang mata
Kalaupun itu menjadi sebuah pertanyaan
Aku jawab dengan sebuah senyum tanpa pamrih
Aku ucap dengan barisan kalimat yang santun
Begitupun
Kepedulianmu tentang baris-baris kalimat itu adalah logika yang berjalan di koridor
Dan kita tidak pernah memasuki region yang menjadi privacy masing-masing
Dan ungkapan itu
Adalah sebuah pertanyaan sekaligus pernyataan
Bahwa kamu memahami tutur ucap dan laku sikapku
Bahwa keleluasaan rasa yang digariskan dalam setiap kalimat
Adalah cerita kamar hati untuk dibingkiskan pada sebuah nama
Ya hanya sebuah nama
tetapi tidak untuk diceritakan lagi
(Catatan 0111)
(Makasih untuk fren yang kirim ucapan itu, berarti masih ada waktu untukku)
(Tuk Mh, amanah sudah beta jalankan, dan sudah pula diantar ke Lt6, Thanks)
*******
Untuk AL
Bukannya aku gak legowo Al dengan berubahnya gerbong di stasiun kita
Tapi kenapa gak semua dari kursi yang tersedia diperuntukkan bagi yang ada
Terutama kamu Al
Belum lagi kalau ngeliat attitude dan tutur ucap
Aku akui standar nilai itu banyak terdapat pada diri kamu
Tapi yang tertawa justru mereka
Dan sudah merasa menjadi pemilik kepastian
Sabar aja Fren
Ujian itu terletak pada kemampuan menahan rasa dan titik didih
Setidaknya bagi aku
Itu adalah penutup hidangan tanpa kuah
Kering, gersang dan membosankan
Dan baru kusadari
Bahwa kepolosan sikap tidak menjamin terciptanya harapan
Bahwa kemudian menjadikan acuh tak acuh
Itu bagian dari pembelajaran yang diperoleh
Dari sebuah sirkulasi tanpa ventilasi.
(Catatan 3110)
****
Monday, October 30, 2006
Menghantar, Fitri
Hari pertama masuk kerja, belum sepenuhnya full time, dan lebih banyak bersilaturrahmi dengan rekan dan sahabat termasuk sahabat eksternal yang imut-imut itu. Memang lagi saatnya berjabat tangan, sembari mengucapkan kata maaf, apakah itu sekedar basa-basi atau memang bernilai maaf, gak tahu deh, yang jelas setiap senyum senantiasa menandakan adanya ketulusan. Itu saja.
Fitri itu adalah ketulusan
Fitri itu adalah kebeningan
Fitri itu adalah kesejukan
Fitri itu adalah kebersamaan
Fitri itu adalah membuka lembaran baru
Dan menuliskan catatan harian
Pada tinta hati yang tak pernah kering
(Catatan 3010)
******
Hari terakhir libur lebaran, didominasi oleh kegiatan takziah sehubungan tetangga sebelah ada yang berpulang. Kematian sejatinya adalah peringatan bagi kita akan rampungnya sebuah perjalanan. Kematian sejatinya adalah kenyataan yang harus dilalui oleh setiap makhluk hidup. Kematian sejatinya adalah selesainya sebuah pertanggungjawaban yang menjadi job desc maklhluk yang bernama manusia. Inilah bagian ungkapan yang kukemukakan ketika menjadi protokol penghormatan terakhir almarhum sebelum disholatkan di Masjid depan rumah, selanjutnya menghantar ke peristirahatan terakhir.
Innalillahi wa inna ilaihi rojiun.
Aku lebih banyak merenung
Tentang hakekat
Tentang makna
Tentang penceritaan
Tentang jalan cerita
Tentang kehidupan
Tentang akhir dari perjalanan
Memang, kematian adalah peringatan untuk itu
Allahu Akbar.
(Catatan 2910)
Sunday, October 29, 2006
Rangkaian Cerita
Soalnya tuk mengendalikan berat badan
Abis banyak makan yang melebihi porsi
Sekalian angsuran puasa syawal
Dan ketika berbuka
Ada yang ringan, ada yang lepas
Seharian menikmati kekurangenakan tubuh yang lagi gak fit
Setelah berbuka
Jadi lega dan lepas
Alhamdulillah
Begitu nikmatnya merasakan kesehatan diri
Subhanallah
(Catatan 2810)
*****
Balas SMS
Letih masih mengguyur diri
Seharian di rumah aja
Sembari nge RE SMS selamat lebaran
Duh ternyata banyak juga yang harus dibalas
Dan itulah harga seikat kembang silaturrahmi
Dan itulah harga sekeranjang persahabatan
Banyak yang datang dari nama yang tak terduga
Banyak yang menyapa dari sahabat lama yang tak berkabar
(Tetapi ada juga yang tak menyapa sama sekali)
(Tetapi biarlah)
(Tetapi maafkanlah)
(Catatan 2710)
******
Traveling Again
Ya, traveling menuju Selatan
Namun kali ini tidak dapat menikmati seutuhnya suasana itu
Jalanan macet, padat merayap
Jadi ya nikmati saja perjalanan 12 jam itu
Jadi ya nikmati saja perjalanan penuh kebosanan itu
Jadi ya nikmati saja suasana jalan raya itu
Dan yang dari Timur gak bisa ketemu
(Maaf banget ya saudaraku)
Dan jalan ke Timur gak bisa dijalani
Dan keletihan menyapu sekujur diri
Letih menjemput diri
Benar-benar letih
(Catatan 2610)
******
Traveling
Traveling ke luar kota
Menikmati suasana hingar bingar jalan raya
Menikmati suasana silaturrahmi dengan famili
Menjalani suasana lebaran yang meriah
Mengunjungi kota ukir dan kota kretek
Menyempatkan nostalgia di tempat persinggahan
Menjelajah rangkaian perjalanan masa lalu
Mengiringi rangkaian perjalanan yang kudapat
Sampai hari ini
(Catatan 2510)
*******
Met Idul Fitri
Maaf lahir bathin
Kumpul bersama keluarga besar di rumah
Rumah penuh sesak dan ramai
Suasana ini yang menjadikan aku merasa ada kedamaian
Suasana ini yang menjadikan aku merasa ada kebersamaan
Suasana ini yang menjadikan aku merasa ada keriuhan
Suasana ini yang menjadikan aku merasa ada ketulusan
(Berbagi, bermaafan, berkunjung, bersilaturrahmi, bersalaman)
Dan tradisi itu kembali dijalani
Mengunjungi rute yang biasa dilalui
Memohon maaf pada handai tolan
Minal aidin wal faizin
(Catatan 2410)
******
Bertakbir
Ada yang sudah merayakan Lebaran namun aku tetap mengikuti regulasi yang berlaku walaupun hari ini tidak berpuasa, soalnya bisa jadi hukumnya haram daripada ragu-ragu, ya gak usah puasa aja kan. Nah, sholatnya kan hukumnya sunnat muakkad, jadi gak usah dipaksain, ikut yang Selasa aja.
Malam bertakbir di Masjid beramai-ramai, menuntaskan pembagian zakat fithrah, kemudian takbir keliling kota bersama jamaah masjid dan remajanya.
Ada rasa bangga
Ada rasa haru
Ada rasa syahdu
Mengumandangkan kebesaran asmaMu ya Allah
(Catatan 2310)
*******
Mempersiapkan
Seharian membenahi Masjid
Membenahi asesories untuk malam takbiran dan sholat Ied
Walau agak letih akhirnya terselesaikan juga kerja bakti ibadah
Puasa hari ini terasa banget dahaganya
Namun ada rasa puas dan nyaman menikmati hari-hari akhir ramadhan
(Catatan 2210)
*******
Perjumpaan Itu
Ikut berduka, Yan
Kamu akhirnya ada di kota ini. Aku lihat ada kesedihan di seraut wajahmu. Dan perjumpaan ini adalah ingatan itu, yang sempat menerawang dan menjelajah. Dan perjumpaan ini adalah gambaran itu, yang sempat menghilang dan menghapus. Dan perjumpaan ini adalah kenangan itu, yang sempat menoreh jalinan kebersamaan.
(Aku rasakan juga duka itu Yan, semoga kamu tabah menghadapi dan menjalaninya)
Aktivitas malam, full time ngurusin persiapan lebaran bersama Takmir dan Remaja Masjid, merampungkan yang belum rampung, mempersiapkan yang belum siap. Terasa ada suasana kesemarakan menyambut hari raya kemenangan.
(Catatan 2110)
*****
Friday, October 20, 2006
Testimoni
Menyisir jalanan sembari mencerna makna
Memandang keriuhan pada jalan raya hiruk pikuk
Memastikan tujuan pada sejumlah titik simpul yang dituju
Mendefinisikan langkah pada sekelumit riwayat penceritaan
Sebelum akhirnya tiba
Apakah kemudian menjadi lebih penting sebuah kisah
Apakah kemudian menjadi lebih nyata sebuah harapan
Apakah kemudian menjadi lebih vulgar sebuah alinea
Apakah kemudian menjadi lebih hijau sinar mata
Padang rumput hijau membentang menyejukkan mata
Pohon Pinus di kejauhan melambaikan tangannya
Angin semilir menerpa wajah, menerpa rupa
Memberikan testimoni pada seraut wajah
Memberikan ruang pandang pada sinar matahati
Menempatkan sudut nuansa pada perkataan tanpa ucapan
Ketika kebersamaan menjelang titik simpang
Ketika rasa dahaga terisikan oleh segelas teh hangat
Adalah kebeningan hati yang memberikan definisi tentang dia
Adalah ketulusan rasa yang mampu menceritakan keindahan dia
(Thanks to Wulan atas bingkisan ucapan itu, Aku jadi terharu atas ketulusanmu)
(Thanks to Dt atas celotehannya yang khas itu, kayaknya gak mendung lagi deh)
(Thanks to Ay, sedikit bagi waktu sembari menikmati hijaunya padang rumput)
(Thanks to Dw, kalo aku lagi jalan ada aja yang nemenin ngobrol berlama-lama)
*****
Sketsa Thursday
Mencicipi hari dengan rasa hangat-hangat kuku
Mengais hari dengan menyiram embun pada sinar rembulan purnama
Mengisi hari dengan mencatat ucapan dan sambut kata
Menggambar hari dengan lukisan senyuman nan menawan
Jawaban adalah argumen yang membentuk sudut pandang
Tanpa harus mengatakan pada sejumlah kalimat
Jawaban adalah suara yang menyambut beningnya langit pagi
Tanpa harus mengatakan pada sejumlah paragraf
Maka terisilah silsilah rangkaian mengisi dan mengais
Maka terungkaplah silsilah jalinan rasa yang melukis seikat kembang
Maka tersingkaplah rangkaian ucap bertajuk rindu ucapkan
Maka tertangkaplah kebeningan embun sinar purnama hati
(Alhamdulillah, dapat mengikuti rangkaian kegiatan yang cukup meletihkan diri)
(Sepanjang hari memainkan senar pandang dan pandang ucap)
(Selamat malam alami indah, selamat malam safari kebersamaan)
****
Wednesday, October 18, 2006
Komunikasi Itu
Tuesday, October 17, 2006
Hari-Hari Ini
Ketika hati lagi terasa pedas
Ketika hati lagi terasa pahit
Ketika hati lagi terasa hangat-hangat kuku
Ketika itu matahari terasa terik
Ketika itu matahati terasa pengap
(Nyatakan saja dengan bahasa canda dan senda gurau)
Apakah standar nilai yang dikedepankan
Harus selalu membawa topeng pengharapan
Untuk kemudian dinyatakan dalam pengibaan
Untuk kemudian mendapat persetujuan
(Katakan saja dengan bahasa guyonan)
Sejujurnya ada rasa yang ingin tumpah
Tetapi bahasa istiqomah mengajarkan aku
Untuk lebih baik beristighfar
Sembari melantunkan bait-bait nyanyian hati
Catatannya adalah :
Apakah itu yang menjadi kriteria
Apakah itu yang menjadi ukuran
Apakah itu yang menjadi definisi
Apakah itu yang menjadi kesimpulan
Ternyata eliminasinya adalah pengumuman itu
Ternyata eliminasinya adalah cerita lagu lama
Ternyata eliminasinya adalah kekalahan standar nilai
Terimakasih untuk testimoni ini
Terimakasih untuk kesaksian ini
Terimakasih untuk fragmen ini
*****
Catatan Monday
Ada pemain utama
Ada pemain cadangan
Ada yang modalnya cuma ngomong doang
Ada yang datang pergi tak pakai jam
Ada yang hobbynya wira wiri
Ada yang hobbynya teriak melulu
Tetapi kabar itu
Justru untuk mereka
Ya pemain utama itu
Ya yang wira wiri itu
Ya yang datang pergi tak pakai jam
Tetapi begitulah eksaknya permainan
Ketika menyaksikan yang tak sepadan
Ketika menonton cerita fragmen satu babak
Ketika harus menelan ludah
Ketika harus menerima logika tanpa definisi
Ada pemain utama
Ada pemain cadangan
Ya duduk saja
Di bangku cadangan
Menonton pertandingan wira-wiri di depan mata
(Menyeduh sinar hati dengan kehangatan pada sentuhan halus)
(Menyibak adonan rasa dengan kehangatan pada tutur sapa)
(Thanks for my heart karena masih menyimpan rasa itu)
*****
Sunday, October 15, 2006
Seputar Akhir Pekan
Friday, October 13, 2006
Finishing Job
Thursday, October 12, 2006
Diselingi Rasa Yang Bening
Wednesday, October 11, 2006
Guyon, Cuek
Tuesday, October 10, 2006
Berbagi Aktivitas
Maka, semuanya adalah warna
Maka, semuanya adalah aneka
Maka, semuanya adalah varia
Maka, semuanya adalah aroma
Yang menghias lukisan today
Dan mampu menyenandungkan lagu hati
(Makasih banget to Dt yang rela hati kirimi “parcel mandiri”, surprise juga dong, dan ntar saling beri surprise ya ).
(Makasih juga to Dw yang ngabarin yang perlu dikabarin, senang hati menerimannya dan semoga membawa berkah).
Monday, October 09, 2006
Irama, Kenangan, Praying
Sunday, October 08, 2006
Weekend Exam
Thursday, October 05, 2006
Sapaan Today
Dengan My dan Kus lebih banyak cerita tentang persiapan Saturday. Duh kok jadi njelimet gini ya, baca soalnya saja udah bikin mumet. Ya pastinya melangkah aja deh ke d day itu, toh kita kan ada 25 orang, ya bagi-bagi tugas, namanya juga kerjasama tentu harus ada distribution job. Gitu loh temen, easy going aja lagi, lagian puasa gini mana bisa mikir yang abot-abot. So no what-what deh.
For Ay, kebersamaan hari ini memberikan makna keteduhan ketika kita bisa bercakap-cakap tanpa harus mengedepankan dan menyibak tirai. Toh percakapan mampu meneduhkan suasana, dan sekaligus memberi keyakinan pada apa yang disebut membagi prisma warna dan menyebarkannya pada sudut pandang diri. Kedewasaan, sikap pandang, cara ucap dan senyum tulus serta memahami konteks adalah step yang memberikan keterangan bahwa lantunan nada selalu menyuarakan kebeningan, kedamaian dan ketenangan. Aku merasakan itu.
(Thanks for Dw, aku tunggu kirimannya ya, tentu dengan senang hati dong ).
Wednesday, October 04, 2006
Sebuah Sore Tanpa Nada
Mengapa harus tanpa kata bila disapa
Mengapa harus tanpa sapa bila dikata
Mengapa harus tanpa senyum bila disambut
Mengapa harus tanpa melihat bila dilihat
Bukankah semua itu atas nama rasa
Bukankah semua itu atas nama sukma
Bukankah semua itu atas nama nada
Bukankah semua itu atas nama suka
Kalaupun di persimpangan ini ada perjumpaan
Sejatinya adalah sebuah noktah pencarian hati
Sejatinya adalah sebuah titik pemaknaan rasa
Sejatinya adalah sebuah point of view my heart
(Sayangnya kau tidak pernah mau merasakan itu)
****
Gado-Gado Today
Tuesday, October 03, 2006
Mengisi Hari
Monday, October 02, 2006
Merah - Biru
Haruskah Ahad tanpa aktivitas
Ya enggaklah yau
Maka
Kurapikan taman bunga
Maka
Kuresikkan debu mobil
Maka
Kubersihkan yang masih kotor
Maka
Berkeringatlah aku
Maka
Bergegaslah aku
Menyiram diri dengan air
Maka
berpergianlah aku
Menuju tempat rutinitas
Maka
Kubukalah modul-modul itu
Dan menyimaknya sampai bosan
Maka jadi imamlah aku
Pada Tarawih yang berkeringat
Maka
Tertidurlah aku
Setelah menyelesaikan 1 juz
Subhanallah
******
Yang tersisa sepanjang Sabtu adalah berupaya menenangkan gejolak
Yang tersisa sepanjang Sabtu adalah berupaya meredakan gemuruh
Yang tersisa sepanjang Sabtu adalah berupaya meredam gelora
Yang tersisa sepanjang Sabtu adalah berupaya merapikan nada
Bukankah itu perjuangan
Bukankah itu pertarungan
Bukankah itu persalinan
Tuk menukar warna menjadi lebih bening
Tuk menukar warna menjadi lebih putih
Kadang cobaan datang manakala kita berupaya tuk berdamai
Dan memastikan meredakan ruang rasa yang meluap
Kadang prahara datang tanpa persetujuan rasa
Dan menjadi soal yang harus diselesaikan
Puasa ini adalah ruang itu
Dan mengembalikannya dengan baju yang bernama sabar
*****